7

Sadako Sasasi & Sadako Yamamura

Kalau disebut nama Sadako, barangkali yang terbayang di benak kita adalah hantu Jepang yang suka muncul dari layar televisi, kemudian menghampiri korbannya. Sebagai orang yang menyukai film horor, tentu saya kenal dengan Sadako. Sosok ini mulai dikenal masyarakat melalui film yang diadaptasi dari novel karya Koji Suzuki. Sosok ini pulalah yang kemarin menjadi salah satu tujuan saya datang ke acara Asian Food Festival di Jogjakarta Expo Center beberapa waktu yang lalu.

Iya, kadang selera saya memang seaneh itu. Bukannya mencicip makanannya, malah mengincar hantunya. Mwahahaha

wp-1478850377098.jpg

Ketemu Sadako di Asian Food Festival😀

Begitu melekatnya sosok hantu Sadako di dalam ingatan masyarakat, sehingga nama Sadako dianggap sebagai nama dari hantu Jepang itu sendiri. Sebagaimana kita kalau menyebut nama Drakula, Vampire, atau Kalong Wewe. Padahal sebenarnya, Sadako merupakan nama orang, yang secara etimologi memiliki arti sangat jauh dari citra hantu Sadako dalam ingatan masyarakat selama ini. Secara etimologi, Sadako terbangun dari dua kata “Sada” dan “Ko”, yang artinya “anak yang suci”. Pada masanya, nama Sadako ini merupakan nama yang populer di Jepang, dan menjadi pilihan para orangtua untuk menamai anak perempuannya. Di Jepang, ada dua nama Sadako yang sangat melegenda dan dijadikan sebagai simbol budaya negara tersebut, yaitu Sadako Sasaki dan Sadako Yamamura.

Sadako Sasasi adalah seorang anak korban bom atom Hirosima. Saat bom atom dijatuhkan di kota Hirosima pada 6 Agustus 1945, Sadako Sasasi sedang berada di rumahnya yang terletak sekitar 1 mil dari lokasi Ground Zero. Beberapa bulan setelahnya, Sadako Sasasi didiagnosis menderita Leukemia, dampak dari radiasi bom atom itu.

Selama tinggal di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, Sadako Sasasi selalu membuat origami berbentuk burung bangau. Konon menurut legenda di Jepang, barangsiapa yang dapat melipat seribu bangau kertas, maka segala permohonannya akan dikabulkan oleh Dewa. Namun, baru 644 burung bangau yang berhasil dibuatnya, Sadako Sasaki sudah tak sanggup lagi melawan penyakitnya. Ia meninggal dunia pada 25 Oktober 1955, di usia 12 tahun. Kisah Sadako Sasaki ini sangat menginspirasi dan dikenang oleh banyak masyarakat sebagai simbol harapan dan ketegaran. Kisahnya juga dituliskan ke dalam sebuah buku berjudul Sadako and the Thousand Paper Cranes. Bahkan, pada tahun 1958, dibuat sebuah patung berbentuk Sadako Sasaki sedang memegang bangau kertas, guna mengenang kisah luar biasa seorang gadis kecil yang melipat 1.000 burung kertas sebelum kematiannya.

sadako_statue_at_noboricho_junior_high_-_1985-1

Patung Sadako Sasaki via wikipedi.org

Lain halnya dengan Sadako Yamamura. Sadako Yamamura merupakan tokoh fiksi dalam novel karangan Koji Suzuki yang kemudian diadaptasi menjadi film trilogi “The Ring”. Dalam film tersebut, diceritakan bahwa Sadako Yamamura adalah seorang gadis cantik yang lahir dari hasil perkawinan ibunya dengan setan. Karena keturunan setan, Sadako Yamamura memiliki kekuatan jahat yang terpendam, sehingga dia harus dikurung sepanjang hidupnya.

Suatu hari, ayah angkatnya yang sangat ketakutan terhadap kekuatan jahat Sadako, merencanakan pembunuhan terhadapnya. Sang ayah memukul Sadako, lalu memasukkannya ke dalam sumur. Sadako masih hidup saat dimasukkan ke dalam sumur, tetapi akhirnya dia meninggal karena kelaparan. Dalam keadaan penuh amarah atas nasib malang yang dia alami semasa hidupnya. Arwah Sadako Yamamura kemudian sering berkeliaran untuk menebar kutukan dan membalas dendam.

Yap, Sadako Yamamura adalah Sadako hantu Jepang yang kita kenal selama ini.

sadako-yamamura

Sadako Yamamura di film Ringgu 1998 via http://villains.wikia.com/

Hantu Sadako Yamamura digambarkan sebagai seorang wanita berambut panjang, berbaju putih panjang, dan berwajah pucat dengan ekspresi penuh kemarahan yang menyeramkan. Kalau dipikir-pikir … wujud hantu Sadako ini sangat mirip dengan hantu dari Indonesia. Tahu, kan, siapa dia? Ah, tak perlu sebut namanya, sebab katanya bahkan hanya dengan memikirkannya saja, dia akan hadir di sekitar kita. Nah, loh!

Coba cek, siapa tahu ada yang sudah hadir di belakangmu.

7

[Kdrama Review] Flower Boys Bangtan High School: “Ada yang Mau Masuk ke Sekolah Ini?”

Coba bayangkan, kamu pindah ke sekolah yang isinya cowok-cowok tampan macam V, Seok Jin, Jungkook, Rapmon, Suga, Jimin, dan J-Hope! Streaming music video terbaru mereka saja sudah bikin detak jantung nggak keruan, gimana mau menghabiskan hari-hari di sekolah dengan mereka beredar di sekitaran? Yakin bakal lancar-lancar saja sekolahnya?

Kalau saya sih… NO! Yasalamm… ini sekolah apaan, nggak muridnya, nggak gurunya, sampai petugas UKS-nya, pada tebar pesona semua. Sumpeh… kalau saya ada di sekolah ini, yakin deh saya bakalan gagal di seluruh mata pelajaran. Lah, salah fokus terus. Hahaha

Bangtan High School dengan 7 flower boys di dalamnya, barangkali menjadi sekolah impian yang selama ini ada di dalam khayalan para fangirls, khususnya para Army (nama fandom BTS). Konsepnya pun dibuat menggunakan sudut pandang orang pertama, sehingga seolah-olah kita ikut masuk ke dalam cerita. Menjadi tokoh utama wanita yang berinteraksi langsung dengan anak-anak BTS. Mantap, kan!

Sepertinya, MBC niat banget bikin Army jadi baper. Baiklah mari kenalan dulu dengan para penghuni sekolah ini.😀

  • Kakak kelas dan teman sekelas yang tampan ^^~

Kiri: Jeon Jung Kook, sebagai kakak kelas ketua ekskul seni. Kanan: Kim Tae Hyung a.k.a V, sebagai ketua kelas

  • Pak Guru! ^^

Kiri – Kanan – Atas – Bawah: Jung Ho Seok a.k.a J-Hope sebagai guru sastra, Min Yoon Gi a.k.a Suga sebagai guru musik, Kim Nam Joon a.k.a Rap Monster sebagai guru bahasa Inggris, Park Ji Min sebagai guru olahraga.

  • Guru Kesehatan/Petugas UKS
jin

Kim Seok Jin sebagai petugas UKS

Mini drama ini memiliki durasi yang pendek saja, sekitar 10 menitan. Akting dari anak-anak BTS sendiri memang bisa dibilang masih biasa-biasa saja. Maklum, Flower Boys Bangtan High School ini merupakan pengalaman pertama mereka akting. Namun demikian, di pengalaman pertama ini, anak-anak BTS lumayan greget dan bikin saya nggak berhenti ngakak, tersipu malu, senyum-senyum sendiri, pegang pipi, lalu gegulingan baper.

“Pak Sugaaa… please marry meee…” (kemudian saya dikeroyok anak-anak Army, ‘Get a line please!’)😀

*) Pic taken from here

4

Blood Type: Ternyata Saya Adalah si Mainstream O

goldar-o

Pic credit as tagged

Kalau diminta untuk menyebutkan tiga hal yang paling saya takuti, maka jawabannya adalah jalan raya, jarum suntik, dan cabai rawit. :v Iya, saya memang cemen. Atas alasan itu pula, sampai umur segini saya belum tahu apa golongan darah saya. Hahaha

Selama ini, saya sudah cukup yakin dengan feeling sendiri kalau golongan darah saya adalah B (biru). :p Tapi, kawan-kawan saya bilang kalau saya lebih cocok AB. Alasannya karena saya suka berdiam diri di pojokan sambil membayangkan alien menginvasi bumi. :|

Golongan darah AB memang terkenal dengan keunikannya. Selain karena sifatnya yang “eksklusif”—hanya dapat mendonorkan untuk sesama AB, tetapi dapat menerima transfusi dari tipe golongan darah apa pun—, golongan darah AB juga dapat dibilang langka. Tak banyak orang yang memiliki golongan darah dengan tipe AB.

Nah, untuk meyakinkan seluruh spekulasi di atas, beberapa waktu yang lalu saya beranikan diri untuk cek golongan darah. Enng… anu, sebenarnya ini juga karena kepepet, sih. Ditanya sama Pak RT untuk keperluan data kependudukan. Daripada tidak dianggap sebagai penduduk, kan? Hahaha

Singkat cerita, setelah antre lama sambil degdegan membayangkan jari saya akan dicoblos sampai berdarah-darah (yang ternyata nggak sakit sama sekali meskipun berdarah, haha huft!), hasil lab menyatakan bahwa saya memiliki tipe darah O rhesus Positif. Sah dan valid, dikuatkan dengan kartu tanda pemeriksaan golongan darah dari ibu petugas lab. Golongan darah O adalah golongan darah yang paling banyak ditemui di dunia.

Ternyata golongan darah saya mainstream, Pemirsa!😀

0

[Book Review] After School Club

after-school-club

Gambar diambil dari Goodreads

Penulis: Orizuka

Penyunting: Dila Maretihaq Sari

Penerbit: Bentang Belia

Terbit: 2012

Tebal: 244 halaman

Sinopsis:

Aneh, Ajaib, Norak. Tiga kata itu pas untuk menggambarkan penghuni kelas After School. Kelas ini juga dianggap sebagai kelas anak-anak “bodoh” oleh seluruh warga sekolah.

Gara-gara nilai Fisikanya jeblok dua kali berturut-turut, Putra harus masuk kelas itu. Ini jadi aib yang serius bagi Putra yang terkenal cool dan populer. Apalagi kalau ayahnya yang angker dan penuntut sampai tahu, bagaimana dia menjelaskannya?

Tiap hari Putra harus tahan banting menghadapi keusilan anak-anak After School. Ditambah lagi, Cleo, ketua genk After School diam-diam menyukainya. Keusilan anak-anak After School meningkat dua kali lipat demi membantu Cleo PDKT.

Bencana bagi Putra seakan jadi bertumpuk-tumpuk. Musibah apa lagi setelah ini?

Ceritanya, sih, sudah mainstream. Cowok cool dan populer yang jatuh cinta kepada cewek unik dengan kelakuan ajaib. Tapi, penulis bisa menceritakannya dengan seru dan tidak membosankan, sehingga saya tetap enjoy membacanya.

Apalagi ide tentang geng After School, sekumpulan siswa dengan nilai pas-pasan yang harus mendapatkan kelas tambahan. Tak habis saya ngakak dengan kelakuan usil dari geng koplak ini. Duh, saya harus banyak belajar dari mereka, yang tetap ceria, optimis, dan bersemangat menikmati hidup walau orang lain sering meremehkan mereka.

Di beberapa bagian, ada beberapa adegan yang mengingatkan saya pada drama Korea tertentu. Bikin saya berulang kali menggumam, “Hmm… ini kayak yang di drama itu, deh.” Nggak masalah, sih, karena di sini penulis sudah melakukan modifikasi yang di-mix dengan ide cerita dari penulis sendiri.

Tapi… ada satu yang saya masih nggak habis pikir. Hampir di setiap novel teenlit yang pernah saya baca (termasuk di novel ini), diceritakan anak-anak sekolah sudah boleh mengendarai mobil sendiri. Memangnya, anak umur 16 tahun sudah bisa bikin SIM A, ya? *berpikir keras*

Saya harap, sih, semoga suatu saat nanti saya bisa menemukan novel remaja dengan cerita yang lebih bersahaja. Misalnya tentang anak-anak yang berangkat ke sekolah dengan mengayuh sepeda mini, angkot, atau jalan kaki, beserta segala liku-likunya.

2

[Book Review] Kenalan dengan Diri Sendiri: 45 Cara Membaca Kepribadian

img_20161004_152253.jpg

Gambar diambil dari sini

Penulis: Ade Rakhma Novita Sari & Ayu Larasati

Penyunting: Eista Swaesti

Proofreader: Tristanti

Ilustrator: Enggar Pujana

Penerbit: Trans Idea Publishing

Terbit: 2016

Blurb:

“Sudah tahu belum, kalau kepribadian seseorang bisa terbaca dari kebiasaan serta tingkah lakunya keseharian? Bahkan, tulisan tangan dan rasa es krim favorit pun bisa menunjukkan siapa kamu. Wah!

Penasaran, kan?

Nah, di buku ini ada caranya. Ada 45 cara membaca karakter seseorang melalui kebiasaan, tingkah laku keseharian, hobi, kesukaan, dan banyak lagi. Dengan buku ini, kamu bisa kenalan dengan dirimu sendiri. Bisa juga kamu praktikkan untuk membaca karakter saudara atau teman-temanmu.

Tak hanya itu, buku ini juga dilengkapi dengan teka-teki yang gokil di setiap babnya. Dijamin pasti fun!”

Ini adalah salah satu buku hasil garapan saya di kantor.😀 *pamer* Dan, seperti yang telah dikemukakan di dalam blurb-nya, buku ini memuat cara-cara membaca kepribadian ditilik dari perilaku keseharian. Total ada 45 contoh kasus sehari-hari dan reaksi yang mungkin berbeda-beda dari setiap orang. Perbedaan reaksi itulah yang kemudian menjadi acuan untuk menentukan karakter seseorang.

Contoh:

Siswa yang memilih tempat duduk paling depan di kelas, dianggap memiliki karakter yang pantang menyerah. Adapun siswa yang memilih tempat duduk di dekat jendela kelas adalah dia yang memiliki imajinasi tinggi dan suka berpikir jauh.

Buku dengan tema sejenis ini barangkali banyak kita temui di pasaran, dan memang sedang digemari. Tapi kalau boleh jujur, sebenarnya saya masih suka heran dengan ilmu psikologi yang semacam ini. Bagaimana bisa kepribadian seseorang dikaitkan dengan merek handphone yang dia pakai. Kalau saya pakai handphone lungsuran dari Kakak, misalnya, trus gimana menilainya tuh?😀

Tapi, ya sudah, nggak usah meribetkan urusan yang memang tak perlu dibikin ribet. Toh, ini memang ada ilmunya. Dan, buku ini (juga sejenisnya) sebenarnya buat fun aja. Seru-seruan. Bisa senyum-senyum sendiri kalau hasilnya cocok, atau garuk-garuk kepala kalau hasilnya sangat melenceng dari fakta. :p

0

Selamat Malam, Tuan Pustakawan

Apa kabar?

Ah, kukira kamu baik-baik saja. Sebab belum lama berselang, aku melihat update progress membacamu. Kamu sudah sampai halaman sekian, dari sekian halaman. Kalau begitu, akan kuganti pertanyaanku.

Kamu lagi ngapain?

Duh… kurasa itu juga pertanyaan yang kurang bermutu. Macam cowok-cowok modus yang sedang cari perhatian ke gebetan saja. Hey, harusnya kamu yang mengajukan pertanyaan itu kepadaku. Biasanya kan begitu. Laki-laki yang lebih dahulu melakukan aksi, perempuan memberikan reaksinya. Kenapa jadi kebalik gini, ya? 😑 Nggak apa-apa. Aku tak mengharapkan pertanyaan mainstream itu darimu, sebab kamu bukan cowok modus. Kamu adalah pustakawan.

Lagipula, aku juga tak perlu mengeluarkan pertanyaan semacam itu kepadamu. Karena aku sudah tahu apa kegiatanmu. Pasti, baca buku. Kalau begitu, suratku cukup sekian saja. Takut mengganggu keasyikanmu bercakap dengan tokoh-tokoh fiksi itu. Kuharap, ketika kamu sudah selesai baca buku nanti, kita bisa sama-sama jajan takoyaki. Hehehe

photogrid_1478159644004.jpg

Ps: Sebenarnya aku ingin sekali mengendap-endap masuk ke hatimu. Namun faktanya, justru kamu yang selalu kurang ajar wara wiri di pikiranku. 😣

0

[Belajar Masak] Onion Ring

Yasalaaam… hampir lupa kalau punya blog. Baiklah, buat pemanasan setelah lama absen ngeblog, saya mau posting resep masakan lagi saja ya.😀 Dan, mungkin ini terakhir kali saya posting resep. Selanjutnya untuk urusan masak-masak begini, mungkin saya akan share resepnya di instagram saja.

Ngomong-ngomong soal instagram, resep Onion Ring ini saya dapatnya juga dari instagram. Karena cukup simple, maka saya coba untuk eksekusi. Resep dan cara membuatnya sebagai berikut:

Bahan yang dibutuhkan:

  • Bawang bombai
  • Keju
  • Tepung bumbu serbaguna
  • Telur
  • Tepung roti

Cara membuatnya:

  • Potong-potong bawang bombai berbentuk bulat. Kemudian pisahkan ruas-ruasnya hingga membentuk semacam cincin.
  • Ambil dua ruas, lalu selipkan keju yang sudah dipotong-potong di sela-selanya. Setelah itu, masukkan ke dalam freezer selama kurang lebih 10 menit. Tujuan di masukkan ke dalam freezer adalah supaya keju dan bawangnya bisa lengket, tidak lepas-lepas.
  • Keluarkan bawang dan keju tadi, taburi dengan tepung bumbu, celupkan ke dalam telur, dan gulingkan ke dalam tepung roti. Lalu, goreng hingga kecokelatan.

Onion Ring siap disantap. Enak dicemil dengan cocolan saus tomat atau mayonais. Mau dipakai buat lauk juga lezat, loh.😀

img_20160821_155422.jpg

Nyam~~😀