3

[Review Drama Korea] Boys Before Flowers

BBF Poster

ceritakorea.com

Drama ini saya tonton beberapa tahun yang lalu, dan menjadi drama Korea yang paling berkesan dalam hidup saya. Drama yang memberi saya Second Lead Syndrom cukup parah. Tak habis-habis saya baper melihat Ji Hoo Sonbae, meskipun sudah berulang kali menontonnya (sebab memang waktu itu beberapa kali drama ini ditayangkan ulang di televisi). Pada akhirnya, berkat drama ini pulalah titik mula kehidupan saya sebagai Kpopers dan Kdramers dimulai. *bahasanya ketinggian, haha*

Boys Before Flowers atau Boys Over Flowers merupakan drama yang diadaptasi dari manga Jepang yang berjudul Hana Yori Dango. Sebelum Boys Before Flowers, sudah ada versi yang Jepang dan Taiwannya. Bahkan, saking booming-nya drama ini, di Indonesia sendiri waktu itu ikut-ikutan bikin juga jiplakannya. Wkwkwk :p

Jandi junpyo

onedaykorea.com

Drama ini menceritakan tentang lika-liku kehidupan cinta Geum Jan Di dan Gu Jun Pyo yang selalu penuh dengan cobaan. Namun berkat kekuatan cinta, akhirnya takdir pun berpihak kepada kelanjutan hubungan mereka berdua. Selain berkisah tentang Jan Di dan Jun Pyo, di dalam drama ini dikisahkan pula tentang kasih tak sampai Yoon Ji Hoo, kisah cinta yang manis nan unyu-unyu dari couple So Yi Jung dan Chu Ga Eul, juga beragam konflik keluarga dan persahabatan.

So Yi Jung dan Chu Ga Eul

fanpop.com

Perlu energi ekstra untuk menonton drama ini hingga paripurna. Sebab selain episodenya yang lumayan panjang (25 episode), jalan cerita drama yang satu ini juga lumayan mengobrak-abrik hati dan perasaan. Saya sampai sempat kesal sendiri dengan Jan Di. Kenapa dia tidak memilih Ji Hoo yang tulus dan lebih memilih Jun Pyo yang menyebalkan. Padahal bersama Ji Hoo, barangkali dia tidak akan mengalami kisah cinta yang amat rumit. Tapi, lalu saya sadari bahwa memang Jun Pyo yang lebih cocok untuk Jan Di. Ji Hoo terlalu kalem. Dengan demikian, Ji Hoo cocoknya untuk saya. *ngarep banget*

Ji Hoo Jandi

flickr.com

Drama ini mengambil setting di beberapa tempat, yaitu New Caledonia, Macau, dan Jeju Island. Pada pertengahan episode, saya memang agak bosan karena alurnya yang terlalu bertele-tele. Berbeda dengan versi Taiwan yang pernah saya tonton sebelumnya, Meteor Garden. Namun selebihnya, drama ini sangat recommended untuk ditonton.

0

Surel untuk Tuan Pemilik Tuan Rusuk

From: Me

To: You, Sir

Subject: I Need You to Save Me, but You are About too Slow

Halo.

Apa kabar?

Ini kali kesekian aku tulis surat untukmu, Tuan. Maaf, kalau mengganggu kesibukanmu. Bukan tak sabaran, hanya ingin memastikan. Tak sampaikah rindu yang kutitipkan pada bait-bait doa di sepertiga malam itu? Kau tahu, betapa letih merayu-Nya seraya bertanya-tanya, “Kapan musim bunga akan tiba?”

Apakah kamu juga begitu? Atau, hanya aku yang selalu memunajatkan rindu?

Apa pun itu, di mana pun kau berada, kuharap kau juga sedang berusaha untuk menujuku. Sebab, aku tak akan ke mana-mana lagi. Di sini saja. Menunggumu, sambil baca buku. Maka, tolong jangan buat aku terlalu lama menunggu. Karena aku sudah mulai jemu.

Sampai ketemu…

– Aku, yang diciptakan Tuhan dari tulang rusukmu –

Postingan ini diikutsertakan dalam GiveAway 12thWedding Anniversary : Letter to My Husband/Wife, My Future Husband/Wife

you-make-may-world-so-colorfull-thank-you

0

[Review] Komik Family!

wp-1469784031071.jpg

Judul: Family!

Komikus: Watanabe Taeko

Penerbit: Elex Media Komputindo

Terbit: 1997

Komik ini adalah tentang keluarga Anderson dengan bermacam perbedaan karakter pada masing-masing anggota keluarga. Mengambil latar tempat di Florida, USA, komik ini menceritakan tentang keseharian sebuah keluarga dengan beragam konflik dan kejadian yang penuh suka duka (dan bahkan aneh), yang mereka hadapi bersama sehingga membuat keluarga mereka menjadi semakin solid.

Komik Family! Merupakan shoujo manga (manga yang isinya lebih mengarah ke drama, kebanyakan pembacanya adalah perempuan) karangan Watanabe Taeko. Salah satu dari Serial Candy’s favorit saya. Pertama kali baca ini waktu SMP, zaman masih jadi pelanggan taman bacaan. Sudah baca semua seri 1-11, dan waktu itu nggak kepikiran apa-apa.

Nah, waktu baca ulang sekarang ini, kesan saya jadi… duh, ini keluarga kok parah banget ya. Anak sulung yang gay, anak perempuan yang tomboi, dan si bungsu yang sikapnya terlalu dewasa dibanding umurnya yang sebenarnya. Sebaliknya, ibunya malah kekanakan. Hadeh… sepertinya cuma Jonathan saja yang normal di sini, si anak angkat yang jenius.

Tapi anehnya, meskipun parah begitu, keluarga mereka ini sangat harmonis dan hangat banget. Vie, meskipun tomboi dia sangat tulus hatinya. Kay, walaupun gay tapi gentlemen bagi adik-adiknya. Nyonya Anderson, mungkin bukan kekanakan, dia hanya terlalu polos dan lugu. Sementara Tracy, hmm… biasalah anak kecil selalu ingin jadi dewasa.

Singkatnya, komik ini bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga yang unik tetapi loveable. Dengan segala liku-liku dan beragam adegan kocak yang bikin ngakak. Khas komik gitu deh.

0

Sir, Saya Masak Bandeng Balado

Sir, saya masak bandeng balado. Tapi, ini gagal karena keasinan. 😩

Nggak ngerti kenapa kalau masak keasinan dikata sudah siap nikah. Lah, bukannya justru artinya dia belum mahir masak ya. Kasih bumbu buat masakan aja masih nggak pas takarannya, gimana bumbu rumah tangga. Ea~ *apa sih*

Masakan saya ini contohnya. Selain keasinan, bandengnya remuk pas dibalik, trus ngulek cabenya kurang alus. Fail banget pokoknya. 😪

Tunggu, ya. Saya akan latihan lebih serius. Supaya nanti bisa bikinin sambel buat kamu. Iya, kamu, Sir.

Nb: nguleg sambel itu pegel, Jenderal! 😎

0

[10 Favorite Things in My Room] 9 & 10: Book Shelf and The Books

Benda paling favorit di kamar saya nomor 9 dan 10 adalah “rak buku beserta buku-bukunya”. Kenapa dua benda ini jadi yang paling favorit?

  1. Karena saya hanyalah wanita biasa. Buku yang membuat saya jadi istimewa.
  2. Karena kamu, iya… kamu, datangnya kelamaan. Buku yang menjadi teman penantian.
  3. Karena saya sudah berjanji tak akan ke mana-mana lagi. Di sini saja. Menunggumu, sambil baca buku.

That’s all for my “10 Favorite Things in My Room”. Lunas!😀

0

[Belajar Masak] Balado Terong Udang

Terong merupakan salah satu sayuran favorit saya. Dan, menu berbahan dasar terong yang saya sukai selain terong crispy adalah terong balado. Kali ini saya pengin praktik bikin sendiri masakan kesukaan.😀 Terong balado yang saya kombinasikan dengan udang. Baiklah, langsung saja.

Bahan-bahannya:

  • Terong
  • Udang

Bumbu-bumbunya:

  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Cabai
  • Tomat
  • Terasi
  • Garam
  • Gula

Tapi, mengingat kegagalan pada waktu praktik bikin balado sebelumnya, kali ini saya nggak pakai ulekan manual. Pegel, Vroh!😀 *dasar nggak mau usaha*

Cara membuatnya:

Cuci bersih terong, potong-potong, lalu goreng. Jangan terlalu tipis motongnya, dan jangan sampai kering gorengnya. Karena ini bukan mau bikin terong crispy, wkwk

Cuci bersih udang, kupas kulitnya (kalau nggak mau dikupas boleh juga, tergantung selera), lalu goreng.

Haluskan seluruh bumbu, kemudian tumis hingga harum. Setelahnya, masukkan terong dan udang. Campur hingga merata.

Jadi, deh! Nyaaamm…

img_20160707_100037.jpg

0

[Belajar Masak] Bandeng Asam Manis

Nah, saya masak bandeng lagi karena masih penasaran setelah kegagalan sebelumnya.😀 Masih dengan bahan yang sama, bandeng presto oleh-oleh bulik saya dari Semarang, kali ini saya pengin coba masak bandeng asam manis.

Tentu saja dengan catatan dari kegagalan sebelumnya yang tidak boleh diulangi lagi dong ya, haha. Ok, bumbunya cukup banyak, nih. Sebagai berikut:

img_ju8a6i.jpg

  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Cabai merah besar
  • Tomat (bisa juga diganti dengan belimbing wuluh)
  • Daun jeruk
  • Daun salam
  • Daun serai
  • Lengkuas
  • Garam
  • Gula

Adapun cara membuatnya:

Potong ikan bandeng menjadi dua bagian. Lalu goreng. Tak perlu dibumbui lagi, karena ini bandeng presto. Tujuan digoreng supaya nanti tidak remuk saat dimasak.

Rajang bumbu bawang merah, bawang putih, cabai, dan sedikit lengkuas. Daun jeruk, salam, dan serai tidak perlu dirajang. Cukup simpul saja untuk daun serainya supaya tidak ngeribeti waktu ditumis.

Setelah seluruh bumbu siap, tumis bumbu tersebut hingga harus. Tambahkan sedikit air, lalu masukkan bandeng yang sudah digoreng tadi. Beri garam dan gula secukupnya, aduk merata. Tunggu hingga matang.

Siap disajikan!

img_20160708_120246.jpg

1

[Belajar Masak]: Bandeng Balado (Failed)

Kemarin, bulik saya yang dari Semarang datang bawa oleh-oleh udang serta bandeng presto. Biasanya, bandeng presto hanya berakhir digoreng dan disantap dengan nasi plus sambal dan kawan-kawannya. Karena agak bosan dengan menu goreng-gorengan begitu, iseng saya browsing resep dengan bahan dasar bandeng. Dan, ketemulah menu “Bandeng balado”, yang sekiranya gampang bagi saya yang pemula ini.

Menu ini seharusnya pakai bandeng yang segar. Tapi, nggak apa-apalah saya pakai bandeng presto. Modifikasi sendiri.😀

Bumbu-bumbunya sebagai berikut:

  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Cabai
  • Tomat
  • Terasi
  • Garam
  • Gula

Cara memasak:

Uleg semua bumbu hingga halus. Seperti membuat sambel begitulah. Setelah halus, kemudian tumis sambel itu hingga harum. Lalu, masukkan bandengnya. Aduk rata. Jadi, deh!

Sudah, begitu saja. Memang simple kelihatannya, karena tahapannya nggak banyak dan jelimet. Tapi, oh… sungguh, saya ini memang benar-benar masih amatiran. Sebab ternyata, menguleg sambel itu tidak semudah yang dikira. Mungkin akan lebih mudah kalau pakai blender. Namun sebagai pemula, saya merasa harus mencoba yang manual terlebih dahulu. Dan untuk diketahui saja nih, nguleg sambel itu pegel, Jenderal!😦

Alhasil, balado saya kurang halus cabainya (bisa dilihat sendiri di gambarnya). Catatan lain, saya seharusnya memberi “perlakuan khusus” kepada bandengnya sebelum di campur dengan sambelnya. Perlakuan khusus itu maksudnya adalah digoreng dulu, hahaha. Lha, ini bandengnya jadi remuk pas saya balik supaya campur merata dengan sambalnya. Huft!

Satu lagi, masakan saya yang ini keasinan! Karena pakai bandeng presto yang notabene sudah dibumbui, mungkin seharusnya saya kurangi takaran garamnya supaya tidak asin. Kesimpulannya, praktik masak kali ini failed! -___-

wp-1469638830772.jpg

#Tapi, masih aman dikonsumsi, kok! Ciyus… deh, wkwk :p