0

[Review Drama Korea] Boys Before Flowers

BBF Poster

ceritakorea.com

Drama ini saya tonton beberapa tahun yang lalu, dan menjadi drama Korea yang paling berkesan dalam hidup saya. Drama yang memberi saya Second Lead Syndrom cukup parah. Tak habis-habis saya baper melihat Ji Hoo Sonbae, meskipun sudah berulang kali menontonnya (sebab memang waktu itu beberapa kali drama ini ditayangkan ulang di televisi). Pada akhirnya, berkat drama ini pulalah titik mula kehidupan saya sebagai Kpopers dan Kdramers dimulai. *bahasanya ketinggian, haha*

Boys Before Flowers atau Boys Over Flowers merupakan drama yang diadaptasi dari manga Jepang yang berjudul Hana Yori Dango. Sebelum Boys Before Flowers, sudah ada versi yang Jepang dan Taiwannya. Bahkan, saking booming-nya drama ini, di Indonesia sendiri waktu itu ikut-ikutan bikin juga jiplakannya. Wkwkwk :p

Jandi junpyo

onedaykorea.com

Drama ini menceritakan tentang lika-liku kehidupan cinta Geum Jan Di dan Gu Jun Pyo yang selalu penuh dengan cobaan. Namun berkat kekuatan cinta, akhirnya takdir pun berpihak kepada kelanjutan hubungan mereka berdua. Selain berkisah tentang Jan Di dan Jun Pyo, di dalam drama ini dikisahkan pula tentang kasih tak sampai Yoon Ji Hoo, kisah cinta yang manis nan unyu-unyu dari couple So Yi Jung dan Chu Ga Eul, juga beragam konflik keluarga dan persahabatan.

So Yi Jung dan Chu Ga Eul

fanpop.com

Perlu energi ekstra untuk menonton drama ini hingga paripurna. Sebab selain episodenya yang lumayan panjang (25 episode), jalan cerita drama yang satu ini juga lumayan mengobrak-abrik hati dan perasaan. Saya sampai sempat kesal sendiri dengan Jan Di. Kenapa dia tidak memilih Ji Hoo yang tulus dan lebih memilih Jun Pyo yang menyebalkan. Padahal bersama Ji Hoo, barangkali dia tidak akan mengalami kisah cinta yang amat rumit. Tapi, lalu saya sadari bahwa memang Jun Pyo yang lebih cocok untuk Jan Di. Ji Hoo terlalu kalem. Dengan demikian, Ji Hoo cocoknya untuk saya. *ngarep banget*

Ji Hoo Jandi

flickr.com

Drama ini mengambil setting di beberapa tempat, yaitu New Caledonia, Macau, dan Jeju Island. Pada pertengahan episode, saya memang agak bosan karena alurnya yang terlalu bertele-tele. Berbeda dengan versi Taiwan yang pernah saya tonton sebelumnya, Meteor Garden. Namun selebihnya, drama ini sangat recommended untuk ditonton.

0

[K-Drama Review] He is Beautiful

250px-You're_Beautiful_-_promotional_picture

Wikipedia.org

Apa jadinya kalau seorang perempuan terpaksa menyamar sebagai laki-laki dan tinggal seasrama bersama tiga orang pria lainnya?

Sungguh sial, saat agensi ANjell menyatakan dia diterima menjadi anggota baru dari boyband yang sedang naik daun itu, Go Min Nam malah harus medapatkan perawatan medis untuk waktu yang tidak sebentar. Akibatnya, Go Min Yu, saudara kembarnya, harus menggantikannya sementara waktu. Atas permintaan sang manajer, Go Min Yu harus menyamar menjadi Go Min Nam. Menyembunyikan jati dirinya dari sang CEO agensi, dari tiga personel ANjell yang lainnya, dari para fans, dan dari semua orang. Barangkali konspirasi ini akan berjalan baik-baik saja karena toh mereka berdua memang sangat mirip. Kembar identik. Namun sayangnya, mereka beda gender. Go Min Nam laki-laki, sedangkan Go Min Yu perempuan.

Penyamaran ini pada akhirnya membawa Go Min Yu ke dalam kejadian-kejadian yang luar biasa. Dia harus terlibat dengan cinta lokasi, terjebak ke dalam cinta segitiga, konflik dengan fans, mendapatkan haters, dan banyak kejadian seru lainnya.

d1b7dabc87

viki.com

He is Beautiful atau You Are Beautiful rilis tahun 2009. Dengan mengambil setting kehidupan para bintang di dunia hiburan, drama ini sukses menjadi drama Korea yang cukup populer pada tahun tersebut. Dan, sebagaimana ciri khas drama Korea pada umumnya, selalu ada kisah cinta segitiganya antara main lead male, second lead male, dan female lead-nya. Di drama ini, kisah cintanya bukan hanya segitiga lagi, tapi entahlah bangun ruang apa yang cocok untuk menyebut kisah cinta mereka ini, haha. Saya sampai ngiri sama Min Yu, hampir semua pria di dalam drama ini naksir dia.😀

Nah, kenalan dulu deh nih dengan tokoh-tokoh yang terlibat cinta yang runyam ini.

Go Min Nam/Go Min Yu (Park Shin Hye)

minam5-00178

dramabeans.com

Meskipun nyamar sebagai laki-laki, bisa-bisanya dia ditaksir sama cowok-cowok di sekitarnya. Karena apa? Karena penyamarannya sudah terbongkar! Ketika seluruh personel ANJell tahu bahwa dia sebenarnya seorang perempuan, mereka lantas jadi memberi perhatian yang lebih. Dan, kebersamaan itulah yang akhirnya menimbulkan benih-benih cinta di hati mereka.

Hwang Tae Kyung (Jang Geun Suk)

Vokalis sekaligus leader ANJell yang galak, menyebalkan, dan suka semena-menena sama Go Min Nam. Namun, sebenarnya di balik kesemena-menaannya itu, dia hanya ingin menunjukkan bahwa dia cinta pada Go Min Nam. Emang aneh-aneh ya cara orang menunjukkan perasaannya.😀

Tae Kyung

pinterest.com

Ciri khas dari dari Hwang Tae Kyung adalah dia suka monyong-monyongin mulutnya gitu kalau lagi badmood. Duh, meleleh hati adek lihat ekspresi itu, Bang. Hati adek lemah. Ea~

Kang Shin Woo (Jung Yong Hwa)

Ah, lelaki ini. Super baik, super perhatian, sekaligus … super kasihan.😦 Tapi memang begitulah takdirnya menjadi second lead male, harus mengalami kegagalan cinta. Nggak peduli dia yang lebih dulu tahu jati diri Min Nam adalah perempuan, pun tak ada urusan meskipun dia yang selalu paling terdepan menjadi pahlawan untuk Min Nam. Tetap saja, sang tokoh utamalah yang jadi pemenang atas cintanya.

Huweee… sabar yah, Mas. Pukpuk.😦 *pinjamin bahu*

kang-shin-woo-anjell-10479873-500-250

fanpop.com

Jeremy (Lee Hong Ki)

Jeremy

dramabeans.com

Ya ampuuunnn… emesss… emeesss… emeesss… sama dia. #eh Jeremy ini karakter yang paling ceria, paling lucu, paling unyu-unyu. Seolah nggak pernah punya beban masalah. Tapi jangan salah, kalau lagi patah hati dia tidak ingin direcoki. Nggak perlu di-pukpuk atau dimotivasi. Yang dia butuhkan hanya waktu untuk sendiri. Naik bus sampai malam cuma buat sedih-sedihan. Setelah itu, udah. Dia akan kembali menjadi teman yang ceria bagi Go Min Nam. Seolah lupa akan cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Dia mah cepat move on anaknya.😀

Jeremy, gue suka gaya lo!🙂

Park Dong Jun

Si cowok lugu teman SMA Go Min Nam yang diam-diam naksir Go Min Yu. Kemunculan Park Dong Jun di drama ini nggak banyak, tapi cukup bikin senyum-senyum sendiri ngelihat tingkahnya. Apalagi waktu dia bilang setelah wamil ingin segera menikah dan hidup bersama istrinya sambil mengurus usaha apotek. Ekspresi cemburunya Tae Kyung lucu banget, hahaha.😀

minam8-00188

dramabeans.com

Yoo Hye Yi (Uee After School)

Satu lagi pelaku cinta bertepuk sebelah tangan di drama ini. Karena semua cowok di drama ini sepertinya pada cinta sama si Go Min Nam a.k.a Go Min Yu, maka si cantik ini jadi terabaikan. Dia cinta banget sama Tae Kyung, tapi Tae Kyung-nya ogah banget sama dia. Waduh!

hye yi

dramabeans.com

Ya tapi… emang karakter Yoo Hye Yi ini enggak banget, sih. Hwang Tae Kyung memanggilnya dengan julukan “peri palsu”, sebab kalau di publik, Hye Yi ini tampil layaknya ibu peri yang baik hati. Cantik dan berhati mulia. Padahal aslinya penuh tipu daya. Pantesan Tae Kyung benci setengah mati padanya. Ck ck ck

Selain masalah cinta yang runyam, dalam drama ini juga ada kisah tentang keluarga dan bermacam konfliknya, kisah seorang bintang dengan para fansnya, kisah seorang manajer atas talent­-talent di bawah manajemennya, dan juga kisah tentang persahabatan dengan segala liku-likunya. Kesemuanya itu dibalut dengan beragam adegan, mulai dari yang mengharu biru bikin nangis, hingga yang jenaka bikin ketawa nggak habis-habis.

0

Surel untuk Tuan Pemilik Tuan Rusuk

From: Me

To: You, Sir

Subject: I Need You to Save Me, but You are About too Slow

Halo.

Apa kabar?

Ini kali kesekian aku tulis surat untukmu, Tuan. Maaf, kalau mengganggu kesibukanmu. Bukan tak sabaran, hanya ingin memastikan. Tak sampaikah rindu yang kutitipkan pada bait-bait doa di sepertiga malam itu? Kau tahu, betapa letih merayu-Nya seraya bertanya-tanya, “Kapan musim bunga akan tiba?”

Apakah kamu juga begitu? Atau, hanya aku yang selalu memunajatkan rindu?

Apa pun itu, di mana pun kau berada, kuharap kau juga sedang berusaha untuk menujuku. Sebab, aku tak akan ke mana-mana lagi. Di sini saja. Menunggumu, sambil baca buku. Maka, tolong jangan buat aku terlalu lama menunggu. Karena aku sudah mulai jemu.

Sampai ketemu…

– Aku, yang diciptakan Tuhan dari tulang rusukmu –

Postingan ini diikutsertakan dalam GiveAway 12thWedding Anniversary : Letter to My Husband/Wife, My Future Husband/Wife

you-make-may-world-so-colorfull-thank-you

0

Happy Eid Mubarak: Challenge Complete! 

#RamadhanNotes 30/30

Masih sambil ngemil nastar, saya mau melunasi postingan terakhir #RamadhanNotes. Mumpung unyil-unyil yang bising itu sudah pada tidur.😀

Mengawali bulan Ramadhan tahun ini, saya memiliki dua target, target dalam hal ibadah dan target lain di luar ibadah. Target di luar ibadah dalam hal ini adalah tantangan menulis selama 30 hari berturut-turut: #RamadhanNotes. Dan, saya tak ingin menulis dengan panjang lebar lagi tentang ini, karena sudah jelas bahwa dalam menyelesaikan tantangan ini saya agak terengah-engah. Hahaha

Beberapa kendala di antaranya sudah pernah saya sampaikan pada postingan sebelumnya: Semakin Ditunda, Semakin Banyak Utangnya. Mengonsistenkan diri untuk rutin menulis memang susah. Karena di samping harus bisa memotivasi diri sendiri agar tidak selalu menyalahkan mood untuk malas menulis, kita juga dituntut untuk pandai-pandai memanajemen diri sendiri agar bisa menyempatkan menulis di tengah kesibukan yang ada. Begitulah, saya kurang pandai memotivasi dan memanajemen diri sendiri.:/

Namun demikian, karena sudah berkomitmen maka saya tetap berusaha untuk memenuhi tugas membuat 30 tulisan. Meskipun tentu saja, tidak menepati aturannya: “One Day One Note”.😀 Yang penting 30 notes, walau sering dirapel, tulisan seadanya, dan seperti note terakhir ini, telat bangeeettt…. #plak!

Tapi, ke depan saya nggak akan kapok kalau ada yang ngajakin lagi untuk ikut tantangan-tantangan semacam ini. Sebab dengan menulis bareng-bareng seperti ini, rasanya jadi lebih termotivasi.🙂

Akhir kata, walau mungkin sudah sedikit terlambat, saya ingin mengucapkan: Happy Eid Mubarak 1437 H! Mohon maaf lahir dan batin, ya…. ^^

Pic source: eidmubarakwishess.com

    4

    Kapan Nikah Alert!

    #RamadhanNotes 29/30

    Ini #RamadhanNotes ke-29 yang ditulis pada hari ke-30 Ramadhan dan diposting setelah Lebaran. Hahaha *ngemil nastar*

    Bukan pembelaan, nih. Waktu malam takbiran saya sudah siap dengan rapelan dua utang postingan #RamadhanNotes, tetapi entah kenapa saya selalu gagal login ke akun WordPress saya. Pagi harinya, hari pertama Lebaran, sibuk salam-salaman ke para tetangga. Setelahnya, rombongan saudara-saudara jauh berdatangan. Jangankan buat posting, baru nyalain laptop saja sudah dikisruh ponakan. Jadi, baru tengah malam gini saya sempat ngeblog, waktu para krucil itu sudah pada tidur.

    Nggak apa-apa deh, ya. Biar telat asal full 30 notes ye kan? :p

    Ngomongin soal Lebaran, momen ini memang identik dengan acara kekeluargaan. Yang biasanya merantau, pada mudik. Yang biasanya sibuk kerja, libur dan kumpul bersama keluarga. Acara bertajuk “Syawalan Trah” pun diselenggarakan. Momen di mana kita akan berkumpul dengan seluruh keluarga besar.

    Acara-acara keluarga ini kadang bikin dilema. Utamanya bagi para manusia lajang. Di satu sisi, tentu menyenangkan bisa berkumpul dengan keluarga besar. Namun di sisi lain, bisa jadi mengesalkan juga ketika pertanyaan sejuta umat itu mengemuka, “Kapan nikah?”:/

    Biasanya para jombloers sudah punya strategi masing-masing untuk menjawab pertanyaan sejuta umat ini. Saya amati, ada beberapa tipe jombloers berdasarkan jawabannya atas pertanyaan “Kapan Nikah?”

    1.      Tipe oldies

    Tipe oldies alias jadul. Setiap ditanya “Kapan nikah?” mereka selalu menjawabnya dengan jawaban yang klise, yaitu:

    “Doain saja, ya.” *sambil senyum dimanis-manisin.🙂 *

    2.      Tipe diplomatis

    Pertanyaannya sih singkat saja, tapi jawabannya bisa panjang lebar.

    “Kapan nikah?”

    “Kalau sudah siap lahir dan batin. Sebab sejatinya penikahan itu bukan semata perkara menyatunya dua hati saling mencintai. Setelah menikah, ada banyak hal yang harus dikompromikan, banyak tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Blablabla…”

    Kemudian si penanya kapok tanya lagi karena ujungnya diceramahi.😀

    3.      Tipe sadis

    Tipe yang ini sukanya balik tanya lagi kepada si penanya.

    “Kapan nikah?”

    “Kamu kapan mati?” *gubrak!*

    Agaknya dia masuk ke dalam golongan jomblo desperate, deh. Mungkin karena keseringan dapat pertanyaan sejuta umat ini. Ck ck ck

    4.      Tipe humoris

    Ditanya serius, jawabnya lelucon.

    “Kapan nikah?”

    “Eh, kamu mau halal bihalal atau mau halalin aku?” #ea

    Hahaha tipe ini memang kelihatan happy-happy saja dengan hidupnya. Tapi, yakin deh, dia juga sedang gundah gulana menanti jodoh yang tak kunjung tiba. #eh *melipir*

    5.      Tipe krisis

    “Kapan nikah?”

    “….” *diam tanpa kata dengan mata berkaca-kaca, lalu berharap bisa menghilang atau nyamar jadi ketupat Lebaran*

    Kalau ketemu dengan tipe ini, tolong beri dia seribu pukpuk, sekotak tisu, dan es krim yang banyak.😦

    Berdasarkan pengamatan saya selama ini, saya cuma menemukan lima tipe tersebut. Tapi, kemarin sempat baca postingan dari seorang kawan blogger tentang pertanyaan “Kapan Nikah” ini, saya jadi menyimpulkan bahwa ternyata ada satu tipe lagi. Selanjutnya kita sebut saja sebagai Tipe Taktis, sebab tipe ini justru memanfaatkan pertanyaan “Kapan nikah” itu sebagai strateginya untuk cari jodoh. Haha

    Kurang lebih ilustrasinya seperti ini:

    “Kapan nikah?”

    “Kalau sudah ketemu jodoh. Lah, kamu punya kenalan single nggak? Yang soleh, suamiable, sayang anak, sayang orang tua, jago nulis puisi, pinter ngaji, blablabla…” Haiah!😀

    Nah, kalau kamu, masuk tipe yang mana? Kalau saya, sih, tergantung suasana. Hahaha *melipir*

    5

    Nasib Jomblo di Acara Buka Puasa Bersama

    wp-1467433196843.jpg

    #RamadhanNotes 27/30

    Dalam postingan sebelumnya, saya sudah pernah membahas tentang betapa pedihnya menjadi jomblo di negara kita tercinta. Pasalnya, kaum jomblo selalu dianggap sebagai orang yang paling menderita karena masih sendiri. Pada akhirnya, kalau tidak berakhir menjadi objek lelucon (ini yang sering terjadi), si jomblo juga sering jadi objek ajang perjodohan. Walah!

    Nah, perkara perjodohan ini yang belakangan terjadi dalam hidup saya (#plak!), baik yang cuma bercanda hingga yang serius. Mulai yang sudah usia mateng banget, 38 tahun (etdah… jauh banget yak jaraknya sama saya, haha), sampai yang brondong (padahal sudah dibilang kalau saya underestimate sama brondong, hadeh).:/

    Terakhir, waktu acara buka puasa bersama kawan-kawan lama di kampus kemarin. Karena sebagian besar sibuk dengan urusan masing-masing (baik urusan rumah tangga, kerja, maupun sibuk kencan), akhirnya yang jadi tumbal buat ngurus-ngurus acara ini adalah saya dan si ketua kelas yang dianggap selo karena kami jomblo. -___-

    Saya dan kawan saya itu akhirnya jadi sering komunikasi buat ngurus bukber. Ditambah lagi, dia bersedia jemput saya sampai ke lokasi bukber plus nganterin pulang ke rumah. Nah, karena sering bareng-bareng itulah akhirnya kami jadi bahan ledekan teman-teman yang lain. Jadi dijodoh-jodohkan. Ya, mungkin seperti itulah kiranya nasib jomblo di acara buka puasa bersama. Apalagi kami ada di usia yang dianggap sudah ideal untuk menikah, dan teman-teman lain sudah banyak yang berumah tangga. -____-

    Barangkali saya perlu mengurangi menggalau di sosial media supaya tidak dianggap sebagai jomblo yang merana, sehingga kawan-kawan sibuk mencarikan jodoh untuk saya. Emm… sebenarnya saya nggak masalah sih dengan wacana perjodohan begini, karena itu niat baik. Lagipula, saya terbuka pertemanan dengan siapa saja asal nggak aneh-aneh.

    Kalau masalah pasangan, biar saya yang merayu Tuhan. Kalau salah satu di antara kami memang berjodoh, pasti semesta akan menunjukkan jalannya. Eaaa… *mulai baper, hentikan!*

    2

    Yang Disunahkan Rasul di Malam Jumat

    #RamadhanNotes 26/30

    Suka terheran-heran ketika kawan-kawan saya berubah jadi “ngeres” setiap tiba malam Jumat. Alih-alih horor-hororan, mereka justru sibuk membuat lelucon dengan istilah “Sunah Rasul”. Kalau iseng saya nyeletuk, “Ikut, dong, sunah Rasulan. Mumpung malam Jumat, nih!” Respons yang saya dapat kurang lebih pasti seperti ini: “Heh, jomblo! Nikah dulu baru boleh sunah rasulan!” Huahaha krik… krik… hadeh!:/

    Well, sepertinya memang istilah sunah Rasul belakangan ini sudah mengalami penyempitan makna. Dalam hal ini adalah sunah Rasul di malam Jumat. Malam Jumat dianggap sebagai waktu yang tepat untuk… err… if you know what I mean. Konon, kesalahpahaman ini disebabkan oleh adanya sebuah ungkapan yang berbunyi:

    “Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi.”

    Ungkapan tersebut pada akhirnya dianggap sebagai sebuah hadis, sehingga masyarakat kemudian percaya bahwa Rasul mensunahkan setiap malam Jumat sebagai waktu untuk “itu”. Padahal dari hasil saya browsing-browsing, hadis yang itu ternyata cuma palsu belaka.:/

    Apa yang disunahkan oleh Rasul di malam Jumat itu banyak, tauk! Bukan sekadar masalah ena-ena suami dan istri, melainkan juga urusan ibadah lainnya. Seperti misalnya:

    Puasa Senin-Kamis. Hari Kamis = malam Jumat kan ya.😀 Rasul mensunahkan kita untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis, sebab dua hari itu merupakan hari di mana para malaikat pencatat amal melaporkan setiap amalan kita kepada Allah swt. Jadi, kalau kita puasa pada hari itu, maka di laporan amalan kita nanti juga tertulis kalau kita sedang puasa.

    Selain itu, setiap malam Jumat dan hari Jumatnya, kita disunahkan memperbanyak baca zikir, shalawat, dan doa-doa. Karena pada hari ini, ada suatu waktu di mana Allah akan mengabulkan seluruh permohonan dari hamba-Nya. Jadi, semakin banyak berdoa semakin banyak pula peluang doa kita akan dikabulkan. Trus kalau kita banyak bershalawat, kita juga akan jadi umat yang paling dekat dengan Rasul kelak di hari kiamat. Kurang asyik apa?

    Ada hadisnya, Gaes! Kalau yang ini insya Allah bener.

    “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumat. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi)

    Sunah Rasul lainnya pada malam dan hari Jumat adalah perbanyak membaca Alquran. Khususnya, surah Al-Kahfi. Rasulullah saw. pernah bersabda:

    “Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Ka’bah).” (HR. Ad-Darimi, Al-Albani menshahihkannya).

    Tuh, kann… banyak kali sunah Rasul di malam Jumat. Itu yang saya tahu saja, sih. Lebih banyak terkait sunah Rasul di malam Jumat ini, coba tanya ke ustadz/ustadzah yang ilmunya lebih mumpuni deh ya. Trus, boleh bagi info ke saya juga. Wkwk

    Intinya, jomblo juga boleh ikut sunah Rasulan di malam Jumat, Vroh! Hahaha😀

    13

    Ulasan Lagu Mirasantika Rhoma Irama: Say No To Drugs

    #RamadhanNotes 24/30

    Singkat saja, karena saya sedang lemes, haha. Postingan ini terilhami dari kawan saya, Mpok Nanik, yang begitu menggemari Bang Haji Rhoma Irama.😀

    Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan lagu milik Bang Haji Rhoma Irama ini, Mirasantika. Liriknya yang cukup menggelitik karena terdapat repetisi dari kata “tak”, tak jarang akan membuat kita senyum-senyum sendiri setiap kali mendengarnya. Namun demikian, di samping liriknya yang lucu itu, lagu ini sebenarnya mengandung nasihat yang cukup penting.

    Dalam lagu Mirasantika, terdapat pesan agar kita senantiasa “Say No to Drugs!”. Sebab, minuman keras dan narkotika itu dapat membawa kita kepada banyak hal-hal buruk, yang pada akhirnya tidak hanya akan merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain.

    Gara-gara kamu orang bisa menjadi gila

    Gara-gara kamu orang bisa putus sekolah

    Gara-gara kamu orang bisa menjadi edan

    Gara-gara kamu orang kehilangan masa depan

    Tentu kita semua sudah tahu belakangan ini banyak berita-berita menyeramkan yang kesemua itu diakibatkan oleh miras dan obat-obatan terlarang. Sebagaimana kata Bang Haji dalam lagunya, minuman keras dan obat-obatan terlarang itu dapat menghancurkan hidup dan merusakkan jiwa. Maka, jangan sekali-kali mendekati benda-benda haram itu. Say no to drugs! Katakan, “Tak-tak-tak-tak-tak ku tak sudi tak sudi tak!”

    Btw, cover lagu Mirasantika ini bagus juga.🙂

    11

    Belajar Masak: Omelet Rice Wanna Be

    #RamadhanNotes 22/30

    Gara-gara lihat teman posting hasil masakan omurice di instagramnya beberapa waktu yang lalu, sampai sekarang saya masih penasaran untuk bikin juga. Oh ya, sebelumnya saya lihat masakan ini di drama Korea Rooftop Prince. Masakan kesukaan Pangeran Lee Gak beserta anak buahnya.😀

    Kemarin saya iseng-iseng ajak teman saya, Mpok Fato, untuk praktik bikin bareng (di rumah masing-masing) kemudian share hasilnya di blog atau instagram. Dan, dia setuju. Jadi, sekarang saya mau laporan hasil praktik saya! Enng… mohon maaf kalau bentuknya jauh dari harapan, haha. Repep nasi gorengnya pun juga suka-suka saya sendiri.😀 Kalau begitu, sebut saja ini “Omelet Rice Wanna Be”.

    Nah, bahan-bahannya sebagai berikut:

    • Nasi
    • Telur 1 butir
    • Sosis 2 buah
    • Bawang bombai 1/2 butir
    • Jamur tiram secukupnya
    • Keju secukupnya

    Bumbu:

    • Bawang merah
    • Bawang putih
    • Cabai
    • Garam
    • Merica
    • Kecap
    • Saus

    Cara membuat:

    Kocok telur, beri sedikit garam dan merica, lalu dadar. Usahakan buat yang agak lebar karena nanti untuk membungkus nasinya. Kalau sudah matang, tiriskan terlebih dahulu.

    Haluskan bumbu: bawang putih, bawang merah, cabai, merica, dan garam. Lalu tumis sampai harum.

    Masukkan nasi dan aduk sampai tercampur dengan bumbunya. Setelah itu, masukkan pula sosis, jamur tiram, dan keju yang sudah dipotong-potong (ukurannya menyesuaikan). Beri kecap dan saus, aduk seluruh bahan hingga merata.

    Setelah nasi matang, siapkan telur dadar tadi ke atas piring saji, kemudian taruh nasi goreng secukupnya di bagian tengah telur dadar. Lipat perlahan-lahan telur dadar hingga membungkus nasinya.

    Balik dengan hati-hati sehingga bagian lipatannya ada di bawah. Lalu, beri saus di atasnya sebagai pemanis.

    Omelet rice siap disantap!😀

    P1020299

    Nb: Kayaknya ini saya kebanyakan kasih minyak untuk menumis nasinya, hahaha #ChefGagal Nggak apa-apa, namanya juga uji coba. :p *pembelaan*