0

[K-Movie Review] So I Married an Anti-Fans

I_Married_an_Anti_Fan

Gambar diambil dari sini

Judul: So I Married an Anti-fan
Sutradara: Kim Jae-Young
Rilis: Juni 2016
Cast:
Park Chanyeol sebagai Hou Zhun / Hoo Joon
Yuan Shanshan sebagai Fang Miao Miao / Lee Geun-Yeong
Seo Ju-hyun sebagai Ai Lin / Irene
Jiang Chao sebagai Gao Xiang

Jujur saja, saya tertarik untuk nonton film ini dikarenakan ada Chanyeol-nya. 😀 Jadi, sebenarnya film ini diproduksi di China, dengan dibintangi oleh kolaborasi artis-artis dari Korea dan China. Model kolaborasi dua negara seperti ini bukan yang pertama. Sebelum film ini, sudah ada beberapa drama seri yang mengolaborasikan aktor/aktris Korea dengan aktor/aktris dari China. Sebut saja, Silence sebuah melodrama produksi Taiwan yang diperankan oleh Vic Zhou dan seorang aktris Korea bernama Park Eun Hye. Lalu, ada pula Skip Beat, drama seri produksi Taiwan yang diperankan oleh Siwon dan Donghae Super Junior serta seorang aktris dari Taiwan, Ivi Chen. Nah, untuk So I Married an Anti-Fans ini, Park Chanyeol EXO yang kebagian jatah menjadi lead male dan Yuan Shanshan sebagai lead female­-nya. Ada juga Seo Hyun SNSD di second lead female.

So I Married an Anti-Fans diangkat dari novel karya Kim Eun Jeong dengan judul yang sama. Film ini menceritakan tentang seorang wartawan bernama Miaomio Fang (Yuan Shanshan) yang tanpa sengaja mengetahui sebuah rahasia dari seorang superstar, Hou Zhun (Park Chanyeol). Bagai mendapat harta karun, dia berniat untuk menuliskan berita terkait rahasia tersebut. Namun, sang artis berhasil menggagalkannya. Malang tak dapat ditolak, justru peristiwa ketika Miaomio dan Hou Zhun bertengkar itu tertangkap kamera jurnalis lain yang kemudian memublikasikannya. Karena kejadian itu, Miaomio akhirnya dipecat dari pekerjaannya.

Sejak saat itu, Miaomio jadi amat membenci Hou Zhun. Dia kemudian menjadi seorang anti-fan yang melakukan bermacam cara untuk mengacaukan kehidupan sang superstar. Tapi, takdir berkata lain. Segala aksi yang telah dilakukan oleh Miaomio justru menarik perhatian salah satu stasiun televisi yang kemudian menawarinya untuk terlibat dalam sebuah reality show bersama Hou Zoun. Dari situlah, Miaomio mengetahui sisi lain dari kehidupan Hou Zoun. Demikian pula sebaliknya. Ending-nya, sudah bisa ditebak, kan, dari judulnya.

Seohyun_1464362048_1

Gambar diambil dari sini

Sebenarnya tema besar film ini sudah sangat mainstream. Nggak jauh-jauh dari benci jadi cinta. Namun entah kenapa, tetap menarik untuk ditonton. Ada banyak adegan lebay as always. Adegan-adegan lebay itu ibaratnya bumbu dalam masakan, sebagai penambah rasa biar nggak hambar. 😀 Paling suka sama adegan borgol-borgolan. Itu adegannya helooww… maksa banget, deh. Tapi, saya kok ngakak ya nontonnya. Hahaha

00113182

Gambar diambil dari sini

Secara keseluruhan, film ini bagus dan menghibur. Cuma, saya kurang terbiasa aja nonton film berbahasa Mandarin. Belum terbiasa di kuping. Yah, ini sih derita saya sendiri. Wkwkwk Yang pasti, setelah ini saya harus segera membaca bukunya yang sudah menghuni tumpukan buku yang belum dibaca di sudut kamar sejak lama. #plak

Iklan
0

[Book Review] Kitchen Series: Jangan Baca Buku Ini Kalau Lagi Lapar

20180683_267665907054588_3359427104289587200_n(1)

Judul: Kitchen

Penulis: Jo Joo-Hee

Penerjemah: Mayang Ratu Negara

Penerbit: Noura Books

Konon, bagi masyarakat Korea, makanan memiliki peranan yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari. Mereka percaya bahwa keseimbangan Yin dan Yang dengan kelima elemennya (kayu, api, tanah, logam, dan air) dapat diperoleh dari lima rasa dalam makanan, yaitu manis, pedas, asam, asin, dan pahit.

Seolah ingin membuktikan hal itu, komik Kitchen yang notabene penulisnya adalah orang asli Korea, mengangkat makanan sebagai tema besarnya. Sejumlah cerita tentang makanan beserta kisah-kisah keseharian yang ringan dibaca. Menarik!

Saya suka membaca komik dan sedang tertarik dengan masak-memasak. Dua hal yang saya sukai ada di dalam buku ini. Maka saat menemukan buku ini, saya langsung naksir.

Untuk seri pertama, ada beberapa yang menjadi favorit saya, yaitu:

  1. Tidak Sulit

Tentang seorang istri yang selalu ingin memasak untuk suaminya sebagai bukti cinta. Tapi suaminya gitu, deh. Sedih banget baca ini. Nyesek.

“Aku selalu bersusah payah untuk membuatkannya makanan enak, karena itu adalah caraku untuk menyatakan rasa sayang. Aku selalu ingin membuatkan masakan-masakan baru baginya. Karena itu adalah isi hatiku.” – hlm. 29

  1. Untukmu yang Terakhir Kali

Problem perempuan dengan pacarnya. Lucu. Bisa dipraktikkan tipsnya biar cepat move on. 😀

“Betapa menyeramkannya sosok sang wanita yang sedang memasak di hadapannya. Dan dari situ aku menyadari bahwa tidak mungkin ada pria yang mampu dengan mudah mengatakan, ‘Terima kasih makanannya. Kalau begitu, selamat tinggal’.” – hlm. 66

  1. Perang Dunia I: Perang Rajungan

Menantu vs Mertua. Kocak banget. Hahaha

“Walaupun dia anak tunggal, tetapi pasti ada wanita yang dapat memperbaikinya. Karena itu… hmmm… dibandingkan tidak menikah, memang jauh lebih baik menikah.” – hlm. 74

  1. Rasa Kehidupan

Dalem banget pesannya. Apa pun permasalahan yang sedang kita hadapi, ingatlah bahwa mungkin ada orang lain yang dapat cobaan lebih pahit.

“Setiap kali upacara pemakaman mereka memberikan yukgaejang yang pedas dan asin. Karena itu adalah rasa yang kuat dan berkesan di lidah. Masakan ini seolah mengatakan kalau kau masih hidup dan menyadarkan kita akan kehidupan.” – hlm. 135-136

  1. Cheese Cake

Ceritanya bikin saya pengin nyamar jadi keju mozarella. Lumerrr… :’) Kocak, lebay, unyu, romantis, unchh… #baper

“Akhirnya perang ini diakhiri dengan luluhnya hati kedua pihak dengan manis….” – hlm. 146

Mencicipi buku kedua dari Kitchen Series, masih sama lezatnya seperti buku pertama. Paling suka episode “Pertemuan yang Tidak Disangka-Sangka”. Cerita tentang seorang perempuan dan seorang tunanetra. Saya jadi teringat pernah mengalami kejadian serupa. Sayangnya, karena keterbatasan saya sendiri, saya tidak bisa membantu semaksimal mungkin sebagaimana wanita di dalam buku ini. 😦 Semoga bapak tunanetra yang bertemu dengan saya di bus waktu itu sehat selalu. Aamiin.

“Sama seperti tteokpokki, kita tidak tahu bahwa di balik rasa yang pedas ini mungkin saja ada rasa yang manis di dalamnya.” – hlm. 78

Kisah lain yang juga jadi favorit saya adalah “Makanan Penambah Umur”. Cerita tentang pasangan multikultural yang baru saja menikah dan meminta restu kepada para sesepuh. Manis banget dan bikin baper. 🙂

Nyesek maksimal saat membaca episode “Penghormatan Pertama Setelah Menikah”. Gimana coba rasanya ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya, lalu harus membantu menyiapkan pernikahan sang mantan. Sungguh, patah hati itu pedih, Jenderal!

“Aku belajar bahwa apa pun yang berlebihan itu tidaklah baik. Begitu juga dengan perasaan.” – hlm. 106

Menikmati hidangan terakhir dari serial Kitchen, saya menemukan cerita yang agak panjang-panjang dibanding buku pertama dan kedua. Dan tentunya, lebih seru. Kalau di dua buku sebelumnya setting-nya cuma di Korea (kecuali untuk episode spesial), di buku ketiga ada cerita yang ber-setting di Amerika, Istanbull, dan Malaga. Gambarnya juga bagus-bagus.

Bisa dibilang, dari dua seri sebelumnya, buku ketiga ini yang paling saya suka. Dari kesepuluh cerita yang ada di seri ketiga ini, hampir semuanya saya suka. Terutama episode “Impian Tentara Wajib Militer”. Lucu, hahaha. Segala ada Girls Generation dan SM Entertainment disebut-sebut. :))

Ada bermacam rasa terkumpul dalam komik yang tidak terlalu tebal ini. Sedih, senang, haru, lucu, dan tentu saja… lapar! :)) Saya suka ceritanya, suka gambarnya, dan suka masakannya. Habis ini mau coba bikin pancake kentang juga, ah!

0

[Book Review] Damn! I Love SM Entertainment Salah Gaul 2

IMG_20170807_135040

Judul: Damn! I Love SM Entertainment Salah Gaul 2

Penulis: @vjheru93, @shaunmbeesheep

Penerbit: Wahyu Media

Tebal: 310 halaman

Terbit: 2013

Akhirnya kesampaian juga baca buku yang cukup nge-hits di kalangan para Kpopers ini. Rada telat sih baca ini, jadi ada beberapa momen yang sudah out of date. Saya kudu loading dulu buat mengingat-ingat. Haha itung-itung nostalgia zaman fangirlingan pakai twitter. Kalau sekarang kayaknya pada pindah ke instagram. Jadi, fangirl/boy yang jumlah tweet-nya banyak, bisa jadi dia adalah Kpopers angkatan lawas. :)) *kemudian cek akun Twitter sendiri*

Sebagaimana judulnya, buku ini berisi parodi dari anak-anak SM Entertainment. Sebagai informasi, SM Entertainment merupakan salah satu agensi besar di Korea yang menaungi beberapa boy/girl grup kenamaan, macam Super Junior, Shinee, EXO, SNSD, F(X), dll. Dan, namanya juga salah gaul, jadi jangan berharap bakal nemu yang kece-kece di sini. Semuanya jadi absurd, koplak, bikin ngakak.

Itu Eunhyuk ternistakan sekali di sini, ya Tuhaaan…. kesayangan guweh! Lol

Eunhyuk

Tak mengapa kamu ternistakan di buku. Hatiku tetap padamu, Mas. #eaaa (Gambar diambil dari sini)

Btw, EXO Nine siapa, sih? Subunit EXO apa gimana? Saya benar-benar kehilangan memori tentang ini, haha. EXO Nine sering banget disebut-sebut di sini, tapi kok saya nggak ingat sama sekali tentang EXO Nine ini. Udah browsing segala. Tetap nggak nemu infonya.

Oh ya, selain anak-anak SM Entertainment, ada juga artis-artis dari agensi lain yang ikut jadi korban. Seperti Sistar, 2Ne1, B2ST, dll (Sedih, kalau ingat grup-grup tersebut sekarang sudah pada disbanded) Ada Dora juga, hahaha dia yang paling ter-bully. Kasihan… salah Dora apa? Dan Jupe… wew, kalau baca sekarang feel-nya jadi lain, tauk (Al Fatihah).

Singkatnya, buku ini bisa jadi hiburan yang nyata bagi para Kpopers. Dijamin ngakak sampai tumpeh-tumpeh. Wkwkwk

0

[K-Drama Review] He is Beautiful

250px-You're_Beautiful_-_promotional_picture

Wikipedia.org

Apa jadinya kalau seorang perempuan terpaksa menyamar sebagai laki-laki dan tinggal seasrama bersama tiga orang pria lainnya?

Sungguh sial, saat agensi ANjell menyatakan dia diterima menjadi anggota baru dari boyband yang sedang naik daun itu, Go Min Nam malah harus medapatkan perawatan medis untuk waktu yang tidak sebentar. Akibatnya, Go Min Yu, saudara kembarnya, harus menggantikannya sementara waktu. Atas permintaan sang manajer, Go Min Yu harus menyamar menjadi Go Min Nam. Menyembunyikan jati dirinya dari sang CEO agensi, dari tiga personel ANjell yang lainnya, dari para fans, dan dari semua orang. Barangkali konspirasi ini akan berjalan baik-baik saja karena toh mereka berdua memang sangat mirip. Kembar identik. Namun sayangnya, mereka beda gender. Go Min Nam laki-laki, sedangkan Go Min Yu perempuan.

Penyamaran ini pada akhirnya membawa Go Min Yu ke dalam kejadian-kejadian yang luar biasa. Dia harus terlibat dengan cinta lokasi, terjebak ke dalam cinta segitiga, konflik dengan fans, mendapatkan haters, dan banyak kejadian seru lainnya.

d1b7dabc87

viki.com

He is Beautiful atau You Are Beautiful rilis tahun 2009. Dengan mengambil setting kehidupan para bintang di dunia hiburan, drama ini sukses menjadi drama Korea yang cukup populer pada tahun tersebut. Dan, sebagaimana ciri khas drama Korea pada umumnya, selalu ada kisah cinta segitiganya antara main lead male, second lead male, dan female lead-nya. Di drama ini, kisah cintanya bukan hanya segitiga lagi, tapi entahlah bangun ruang apa yang cocok untuk menyebut kisah cinta mereka ini, haha. Saya sampai ngiri sama Min Yu, hampir semua pria di dalam drama ini naksir dia. 😀

Nah, kenalan dulu deh nih dengan tokoh-tokoh yang terlibat cinta yang runyam ini.

Go Min Nam/Go Min Yu (Park Shin Hye)

minam5-00178

dramabeans.com

Meskipun nyamar sebagai laki-laki, bisa-bisanya dia ditaksir sama cowok-cowok di sekitarnya. Karena apa? Karena penyamarannya sudah terbongkar! Ketika seluruh personel ANJell tahu bahwa dia sebenarnya seorang perempuan, mereka lantas jadi memberi perhatian yang lebih. Dan, kebersamaan itulah yang akhirnya menimbulkan benih-benih cinta di hati mereka.

Hwang Tae Kyung (Jang Geun Suk)

Vokalis sekaligus leader ANJell yang galak, menyebalkan, dan suka semena-menena sama Go Min Nam. Namun, sebenarnya di balik kesemena-menaannya itu, dia hanya ingin menunjukkan bahwa dia cinta pada Go Min Nam. Emang aneh-aneh ya cara orang menunjukkan perasaannya. 😀

Tae Kyung

pinterest.com

Ciri khas dari dari Hwang Tae Kyung adalah dia suka monyong-monyongin mulutnya gitu kalau lagi badmood. Duh, meleleh hati adek lihat ekspresi itu, Bang. Hati adek lemah. Ea~

Kang Shin Woo (Jung Yong Hwa)

Ah, lelaki ini. Super baik, super perhatian, sekaligus … super kasihan. 😦 Tapi memang begitulah takdirnya menjadi second lead male, harus mengalami kegagalan cinta. Nggak peduli dia yang lebih dulu tahu jati diri Min Nam adalah perempuan, pun tak ada urusan meskipun dia yang selalu paling terdepan menjadi pahlawan untuk Min Nam. Tetap saja, sang tokoh utamalah yang jadi pemenang atas cintanya.

Huweee… sabar yah, Mas. Pukpuk. 😦 *pinjamin bahu*

kang-shin-woo-anjell-10479873-500-250

fanpop.com

Jeremy (Lee Hong Ki)

Jeremy

dramabeans.com

Ya ampuuunnn… emesss… emeesss… emeesss… sama dia. #eh Jeremy ini karakter yang paling ceria, paling lucu, paling unyu-unyu. Seolah nggak pernah punya beban masalah. Tapi jangan salah, kalau lagi patah hati dia tidak ingin direcoki. Nggak perlu di-pukpuk atau dimotivasi. Yang dia butuhkan hanya waktu untuk sendiri. Naik bus sampai malam cuma buat sedih-sedihan. Setelah itu, udah. Dia akan kembali menjadi teman yang ceria bagi Go Min Nam. Seolah lupa akan cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Dia mah cepat move on anaknya. 😀

Jeremy, gue suka gaya lo! 🙂

Park Dong Jun

Si cowok lugu teman SMA Go Min Nam yang diam-diam naksir Go Min Yu. Kemunculan Park Dong Jun di drama ini nggak banyak, tapi cukup bikin senyum-senyum sendiri ngelihat tingkahnya. Apalagi waktu dia bilang setelah wamil ingin segera menikah dan hidup bersama istrinya sambil mengurus usaha apotek. Ekspresi cemburunya Tae Kyung lucu banget, hahaha. 😀

minam8-00188

dramabeans.com

Yoo Hye Yi (Uee After School)

Satu lagi pelaku cinta bertepuk sebelah tangan di drama ini. Karena semua cowok di drama ini sepertinya pada cinta sama si Go Min Nam a.k.a Go Min Yu, maka si cantik ini jadi terabaikan. Dia cinta banget sama Tae Kyung, tapi Tae Kyung-nya ogah banget sama dia. Waduh!

hye yi

dramabeans.com

Ya tapi… emang karakter Yoo Hye Yi ini enggak banget, sih. Hwang Tae Kyung memanggilnya dengan julukan “peri palsu”, sebab kalau di publik, Hye Yi ini tampil layaknya ibu peri yang baik hati. Cantik dan berhati mulia. Padahal aslinya penuh tipu daya. Pantesan Tae Kyung benci setengah mati padanya. Ck ck ck

Selain masalah cinta yang runyam, dalam drama ini juga ada kisah tentang keluarga dan bermacam konfliknya, kisah seorang bintang dengan para fansnya, kisah seorang manajer atas talent­-talent di bawah manajemennya, dan juga kisah tentang persahabatan dengan segala liku-likunya. Kesemuanya itu dibalut dengan beragam adegan, mulai dari yang mengharu biru bikin nangis, hingga yang jenaka bikin ketawa nggak habis-habis.

0

[Book Review] Fantastic Beasts and Where to Find Them (Hewan-Hewan Fantastis & di Mana Mereka Bisa Ditemukan)

dtinta-1497333645022

Judul:  Fantastic Beasts and Where to Find Them

Subjudul: Hewan-Hewan Fantastis & di Mana Mereka Bisa Ditemukan

Penulis: Newt Scamander (Pseudonym), J.K. Rowling

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 88 halaman

Terbit: February 2002

Blurb:

Hampir setiap rumah para penyihir di seluruh negeri pasti memiliki satu eksemplar buku Fantastic Beasts and Where to Find Them atau Hewan-Hewan Fantastic dan di Mana Mereka Bisa Ditemukan. Kini hanya untuk waktu terbatas, Muggle juga mendapat kesempatan untuk mengetahui di mana asal Buckbeak si Hippogriff, bahwa Naga Punggung Bersirip Norwegia (bangsanya Bayi Norbert) pernah memangsa ikan paus, dan bahwa Pixie yang pernah membuat Profesor Lockhart ketakutan setengah mati sebenarnya sangat menggemari lelucon-lelucon konyol.

Baiklah, sebut saja ini … buku fiksi rasa nonfiksi. Membaca buku ini rasanya seperti baca buku nonfiksi. Padahal isinya fiktif semua. Termasuk nama penulisnya. 😀

Buku ini aslinya ditulis oleh JK Rowling, tapi di sini tertulis Newt Scamander. Jadi, konsepnya adalah ini merupakan buku pelajaran milik Harry Potter. Maka selayaknya buku pelajaran, buku ini disajikan dengan gaya bahasa yang baku dan teoretis. Lengkap dengan catatan kaki. Sebagaimana buku pegangan anak sekolahan pada umumnya gitulah.

Selain memaparkan tentang hewan-hewan fantastis dan di mana mereka bisa ditemukan, hal menarik lainnya dari buku ini adalah coretan-coretan dari Harry dan Ron di “buku pelajaran” mereka ini.

Pokoknya, buku ini unik dan kece habis! Sungguh, luar biasa imajinasi Tante JK Rowling. Terakhir, izinkan saya mengutip pesan Profesor Dumbledore dalam kata pengantar di buku ini:

“Draco dormiens nunquam titilandus!” (Jangan mengusik naga yang sedang tidur)

0

[Book Review] The Sweet Sins

IMG_20170613_124314

Judul:  The Sweet Sins

Penulis: Rangga Wirianto Putra

Editor: Ratna Mariastuti

Penerbit: Diva Press

Tebal: 428 halaman

Terbit: Oktober 2012

“Jangan pernah mengingkari cinta karena cinta adalah salah satu dari rahmat Tuhan yang paling besar yang Dia turunkan ke dunia. Karena cintalah manusia ada sejak dahulu, sekarang, dan untuk masa yang akan datang.” (hlm 180)

Pertama kali baca buku beginian, dan mungkin untuk terakhir kalinya. :))

Mulanya karena kemarin saya sempat dilanda bosan baca novel cinta-cintaan yang ceritanya sudah terlalu umum. Lalu, teman saya menyodorkan buku ini. Katanya, cerita cinta di novel ini beda, tidak umum.

Memang beda, sih. Tapi….

Novel ini bercerita tentang Rei, seorang anak broken home yang kehilangan sosok ayah sejak masih kecil. Saat dewasa, dia bergaul dengan sahabat-sahabat yang juga memiliki pengalaman hidup dan pergaulan yang sama ruwetnya, menjadi gigolo, hingga bertemu dengan Ardo yang akhirnya menjadi “kekasihnya”.

Sebenarnya, kisah cinta Ardo dan Rei ini bisa dibilang cukup sweet. Ardo yang dewasa dan bijaksana banget, dan Rei yang butuh sosok pengganti sang ayah. Mereka jadi pasangan yang cocok dan saling melengkapi satu sama lain. Plus, ending kisah mereka yang nyesek, modal yang cukup untuk mengobrak-abrik perasaan.

Sayangnya, saya gagal baper setiap mengingat mereka ini sesama laki-laki. Alih-alih baper, saya justru pening. Apalagi, beberapa bagian di novel ini juga terlalu blak-blakan menggambarkan kemesraan antara Ardo dan Rei, sehingga terpaksa saya skip demi kewarasan jiwa. Saya berhasil menuntaskan membaca buku ini setelah tersaruk-saruk, sambil nahan pening dan mual, serta beberapa kali skip ketika sudah menjurus ke adegan berbahaya. :))

Dua bintang untuk buku ini. Bukan karena buku ini buruk (takut dikeroyok penggemar novel ini, wkwk), melainkan karena saya tidak bisa menikmatinya. Mungkin karena ini memang bukan bacaan yang cocok untuk saya, jadi sayanya nggak becus bacanya.

Maka, sebagaimana keterangan di Goodreads, 2 bintang berarti “it was ok“.

0

Membaca Lagi Karya Andrea Hirata: Ulasan Singkat Novel Sang Pemimpi

 

​”Tanpa mimpi, orang-orang seperti kita akan mati.” — Arai, Sang Pemimpi

Pertama kali berkenalan dengan karya Andrea Hirata pas zaman kuliah. Waktu itu sahabat saya menyodorkan novel Laskar Pelangi kepada saya. Biar makin semangat, katanya. Dan, benar. Saya langsung suka dan ingin membaca buku-buku berikutnya.

Saya sudah membaca keempat buku dari tetralogi Laskar Pelangi, plus dwilogi Padang Bulan. Semuanya istimewa. Namun kalau boleh memilih, yang paling berkesan untuk saya adalah Sang Pemimpi.

Sederhana, tapi memesona. Itulah kesan yang saya dapat saat membaca sekuel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi ini. Sarat akan kisah-kisah tentang keluarga, persahabatan, serta perjuangan impian yang sangat menginspirasi.

Suka sekali dengan karakter tiga sahabat, Ikal, Arai, dan Jimbron yang warna-warni saling melengkapi. Ikal yang apa adanya, Arai yang selalu bersemangat, serta Jimbron yang lugu tapi mulia hatinya. Terbungkus dalam cerita yang lucu, hingga mengharu biru.

Membaca Sang Pemimpi, saya seolah diingatkan kembali pada apa yang tertera di dalam kitab-Nya. Bahwa sesungguhnya Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka mengubah apa yang ada pada mereka sendiri (QS 13: 11).

Maka dari itu,

“Bermimpilah. Sebab Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.” — Arai, Sang Pemimpi.

Keterangan:

Judul: Sang Pemimpi
Penulis: Andrea Hirata
Penyunting: Imam Risdianto
Penerbit: Bentang Pusaka
Tebal: 292 halaman
Terbit: Juli 2006